BAHAN AJAR
![]() |
![]() |
||||
![]() |
||||
![]() |
||||


A. Sumber Energi Bunyi
![]() |
Sumber
energi bunyi ada bermacam-macam. Benda-benda yang menghasilkan bunyi disebut sumber bunyi. Kita juga dapat menghasilkan
bunyi karena mempunyai pita suara. Ketika kita bercakap-cakap pita suara yang
ada di dalam tenggorokan bergetar. Alat-alat musik juga merupakan sumber bunyi.
Ada bermacam-macam cara untuk memainkan alat musik agar berbunyi. Sebagai
contoh gitar dan kecapi. Alat ini dapat menghasilkan bunyi jika dawainya dipetik.
Seruling dan terompet jika ditiup akan menghasilkan bunyi.
Bunyi
adalah gelombang longitudinal yang merambat melalui medium. Gelombang
longitudinal adalah gelombang yang arah getarannya searah dengan arah
rambatnya, apabila arah getarannya kekanan maka arah rambatnya juga kekanan.
Sedangkan medium adalah alat atau media.
Sebagian besar alat musik
dilengkapi resonator. Resonator merupakan
ruang udara yang berfungsi untuk memperkuat bunyi. Alat musik yang
dilengkapi resonator antara lain gitar
dan biola seperti
Gambar 1.3. Ketika senar pada gitar dipetik, akan terjadi
getaran pada senar tersebut. Adanya getaran senar menyebabkan bergetarnya udara di dalam kotak gitar. Peristiwa ini
disebut
resonansi.
Gambar 1.3. Ketika senar pada gitar dipetik, akan terjadi
getaran pada senar tersebut. Adanya getaran senar menyebabkan bergetarnya udara di dalam kotak gitar. Peristiwa ini
disebut
resonansi.
Resonansi
inilah yang menyebabkan bunyi menjadi lebih kuat. Bunyi akan terdengar kuat ketika kita berada di dekat sumber
bunyi. Bunyi terdengar
semakin melemah jika kita menjauhi sumber bunyi. Bunyi yang dihasilkan berbagai benda ada yang
kuat, lemah, melengking, atau bernada rendah.
B.
![]() |
Jenis-Jenis Bunyi
1. Infrasonik
Infrasonik adalah bunyi yang sangat lemah. Jumlah getaran bunyinya
kurang dari 20 getaran per detik. Kita tidak dapat mendengarkan bunyi ini.
Hanya hewan-hewan seperti jangkrik, angsa, dan anjing yang dapat
mendengarkannya.
2. Audiosonik
Audiosonik adalah jenis bunyi yang dapat kita dengar. Jumlah
getaran bunyinya berkisar antara 20 sampai 20.000 getaran per detik.
3. Ultrasonik
Ultrasonik adalah bunyi yang sangat kuat, di atas audiosonik.
Jumlah getaran bunyinya lebih dari 20.000 getaran per detik. Bunyi ini juga
tidak dapat kita dengar. Hewan yang dapat menangkap bunyi ini, misalnya. kelelawar
dan lumba-lumba.
C. Sifat-sifat Energi bunyi
Energi
bunyi mempunyai sifat dapat berpindah ke tempat lain dengan cara merambat
melalui media tertentu. Selain itu, bunyi juga dapat dipantulkan dan dapat
diserap.
1. Energi
bunyi dapat Merambat Melalui Benda Padat, Gas, dan cair
Getaran bunyi merambat dalam bentuk
gelombang.
Oleh karena itu, bunyi yang merambat disebut gelombang bunyi. Gelombang bunyi
dapat merambat melalui zat padat, cair, gas. Perambatan
berlangsung paling cepat melalui udara. Gelombang bunyi tersebut mirip seperti gelombang air. Perhatikan gambar disamping! Jika kita
melempar kerikil ke dalam air yang tenang, terbentuklah gelombang air.![]() |
![]() |

![]() |
![]() |
|||
![]() |
|||

![]() |
|||
![]() |
|||


![]() |
![]() |

|

Ketika
merambat ke tempat lain, bunyi dapat mengenai benda-benda di sekitarnya. Apa
yang terjadi jika bunyi mengenai tembok atau benda lainnya? Bunyi yang mengenai
permukaan suatu benda dapat dipantulkan ataupun diserap. Jika bunyi mengenai
dinding, akan dipantulkan. Oleh karena itu, bunyi tersebut mengalami
pemantulan. Biasanya benda yang keras, rapat, dan mengkilat bersifat
memantulkan bunyi. Apa yang terjadi ketika bunyi itu mengenai stirofoam atau
gabus? Bunyi radio yang terlebih dahulu mengenai stirofoam akan terdengar lebih
lemah. Lemahnya bunyi ini terjadirena sebagian bunyi itu diserap. Umumnya benda
atau bahan yang berpori bersifat menyerap bunyi. Benda lain yang dapat menyerap
bunyi yaitu karpet. Benda-benda yang dapat menyerap bunyi dinamakan peredam
bunyi. Bahan-bahan ini banyak dipasang pada dinding sebelah dalam ruangan
studio musik ataupun studio rekaman. Dengan dilapisi peredam bunyi, suara musik
yang keras tidak terdengar dari luar studio.
Selain itu, pemasangan peredam bunyi juga untuk menghindari
terjadinya gaung. Apakah gaung
itu?
Gaung adalah bunyi pantul yang terdengar kurang jelas atau tidak sejelas
bunyi aslinya. Gaung terjadi karena bunyi pantul bercampur dengan bunyi asli.
Akibatnya, bunyi pantul ini mengganggu pendengaran. Gaung dapat terjadi di
dalam gedung bioskop, gedung konser, atau gedung pertemuan. Oleh karena itu,
untuk meniadakan gaung pada gedung bioskop atau gedung pertemuan perlu
dipasangi bahan peredam bunyi.
Gema adalah bunyi pantul yang terdengar jelas seperti bunyi
aslinya. Gema terjadi jika jarak antara sumber bunyi dan dinding pemantul bunyi
cukup jauh. Gema akan terjadi jika kita berteriak di tengah-tengah stadion sepak
bola atau di lereng bukit. Jenis bunyi pantul lain adalah bunyi pantul yang
memperkuat bunyi asli. Sifat bunyi pantul ini yaitu memperkuat bunyi asli.
Contohnya suara kita ketika bernyanyi di dalam kamar mandi.
![]() |
1. 


![]() |
|||
![]() |
|||
![]() |
|||||
![]() |
|||||
![]() |
|||||
1. Buku Paket
siswa
2. LCD dan
proyektor
3. Power Point (terlampir)
4. Media
eksperimen 1
A. Alat dan Bahan:
Ø Baskom
Ø Air
Ø batu
Ø gayung
B. Langkah-langkah
pembuatan media:
1)
![]() |
Siapkan baskom, air, gayung dan batu.
2) Masukkan air
kedalam baskom menggunakan gayung.
3)
![]() |
Masukkan 2 buah batu kedalam air, lalu benturkan agar menghasilkan sebuah bunyi.
5.
![]() |
Media eksperimen 2
A.
Alat dan bahan:
Ø 2 botol plastik bekas ukuran sedang
Ø Lakban/
isolasi
Ø Gunting
Ø Cutter/ pisau
Ø Penggaris
B.
Langkah-langkah
pembuatan media:
1)
![]() |
Ukur bagian bawah botol ± 2 cm.
![]() |
2)
Setelah diukur, potong ujung bawah botol menggunakan pisau atau
cutter.
3)
![]() |
Lakukan hal yang sama pada botol yang lain.
4)
![]() |
Sambung kedua ujung botol yang telah dipotong menggunakan lakban/ isolasi.
6. Media
eksperimen 3
A. Alat dan Bahan:
Ø Gelas plastik
Ø Benang woll/
benang tebal
Ø Gunting
Ø Paku payung
Ø Sapu lidi
B. Langkah-langkah
pembuatan media:
1)
![]() |
Siapkan gelas plastik, benang tebal, paku payung atau korek, dan gunting.
2)
Lubangi
bagian belakang gelas dengan paku payung atau korek.
![]() |
3)
![]() |
Potonglah benang sepanjang 2-5 meter menggunakan gunting.
4)
![]() |
Masukkan benang pada bagian belakang gelas.
5)
Ikat ujung benang dengan lidi yang telah dipotong ukuran
kecil
![]() |
sehingga benang terikat dengan kuat di dalam gelas.
6)
![]() |
Lakukan hal yang sama pada sisi yang lain, telepon kabel siap digunakan.
![]() |
|||
![]() |
|||
Jenis
media: Power Point
|
Slide
1-2
|
![]() |
![]() |
|
Slide
3-4
|
![]() |
![]() |
|
Slide
5-6
|
![]() |
![]() |
|
Slide
7-8
|
![]() |
![]() |
|
Slide
9-10
|
![]() |
![]() |
|
Slide
11
|
![]() |
|
















































Tidak ada komentar:
Posting Komentar